Jakarta. -Persaingan bisnis transportasi kendaraan roda dua berbasis aplikas semakin ketat, terutama di wilayah DKI Jakarta dengan berdirinya NGUBERJEK.
Aris Wahyudi CEO NGUBERJEK mengatakan, target utama didirikan perusahaan ini sebenarnya untuk pemerataan kesejahteraan di seluruh Indonesia.
"Jadi targetnya nanti bukan di Jakarta, tapi di seluruh di Indonesia. Target sampai bulan Desember 2018 bisa sampai 200 ribu riders di 300 kota di Indonesia," ujar Aris kepada Harian Terbit di Gedung Ir. H.M Suseno, Jl. R.P Soeroso 6 Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (15/5/2016).
Mengenai logo NGUBERJEK, Aris mengatakan memang sengaja menggunakan gambar Burung Onta.
"Burung Onta itu unik dan satu-satunya burung yang bisa ditunggangi, jadi lambang kami. Ojek ini kan perlu diketahui dari kata obyek, tahun 1970-an itu orang yang punya motor dipakai untuk ngobyek cari sampingan lama-lama kata obyek jadi kata ngojek, dan kata ojek ini sedang kita perjuangankan menjadi kata yang diakui Internasional," sambungnya.
Sementara itu President Director and CEO Euro Management, Bimo Sasongko BSAE, MSEIE, MBA yang juga selaku perintis sehingga NGUBERJEK berdiri mengatakan Uber itu bahasa Indonesia, bisa uber rejeki nguber ojek.
"Kalau ada yang mengatakan ada kemiripan nama Uber itu kebetulan saja. Bulan Mei 2016 ini sudah 2.200 rider, kita lahir dari Indonesia untuk Indonesia. Nanti kami akan bagikan 50.000 motor Yamaha Mio, 50,000 DP mobill baru 7 juta unit Smartphone tidak hanya untuk pengemudi UberJEK saja tapi hadiah untuk penumpang," ujar Bimo.
Di tempat yang sama Komisioner Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia Dr Rony Mamur Bishry MA mengatakan memang benar apa yang dikatakan Presiden Jokowi yang menjadikan kita selalu hanya sebagai konsumen.
"Dengan adanya NGUBERJEK ini rakyat Indonesia akan terbantu. Model-model teknologi seperti ini uangnya akan masuk kita," beber Rony.


No comments:
Post a Comment