Ojekindonesia.net - Bekasi, Driver ojek berbasis aplikasi online yang tergabung dalam Himpunan Driver Bandung Raya (HDBR) kembali berunjuk rasa di depan gerbang Balai Kota Bandung, Jawa Barat. Para penunjuk rasa meminta bantuan pemerintah kota Bandung untuk mengembalikan tarif semula yang telah diturunkan oleh pihak manajemen menjadi Rp.2.000 per kilometer karena menyebabkan pendapatan mereka menurun.
Menurut Ian Restu Langit salah satu perwakilan Himpunan Driver Bandung Raya (HDBR), "Kita akan berhenti massal jika tuntutan kita tidak direalisasikan oleh manajemen PT Gojek," ujarnya.
Tak hanya itu, mewakili ribuan pengemudi gojek lainnya, ia juga akan mengancam akan beralih kepada aplikasi ojek online lainnya. Menurutnya tarif baru per kilometer yang telah diberlakukan PT Gojek Indonesia dinilai sudah tidak sepadan dengan keuntungan yang didapat.
Hal senada diungkapkan oleh Koordinator Wilayah HDBR Kota Cimahi, Miftah. Dia menyatakan telah sependapat terkait pemberhentian massal apabila manajemen PT Gojek Indonesia tidak memperlihatkan itikad baik.
Menurut Miftah "Kebijakan saat ini yang telah diterapkan oleh manajemen PT Gojek Indonesia (penurunan tarif) tidak menguntungkan. Lebih baik berhenti, tetapi kita masih ingin memperjuangkan nasib kita dahulu," ujarnya.
Dia juga berharap adanya perhatian dari pemerintah kota Bandung Ridwan Kamil. Dia meminta Ridwan Kamil bisa menjembatani persoalan yang dihadapi para driver saat ini.
Unjuk rasa ini merupakan kali kedua setelah pekan lalu aksi serupa telah dilakukan di kantor gojek cabang Bandung di jalan BKR. Ia menuntut kepada pihak manajemen PT Gojek Indonesia untuk kembalikan tarif semula yakni per kilometer Rp.2.500 dari Rp.2.000 per kilometer yang kini telah diberlakukan oleh perusahaan.


Semoga kedepannya kebijakan PT gojek bisa menguntungkan kedua belah pihak, perusahaan maupun kang ojeknya....
ReplyDeleteamin, semoga aj bisa temukan titik terang. bisa diselesaikan masalah nya dengan kepala dingin tanpa ada kekerasan :)
Deleteterima kasih atas kunjungannya
Semoga bisa saling menguntungkan untuk kedepannya dan tidak ada yang dirugikan
ReplyDeleteSemoga bisa saling menguntungkan untuk kedepannya dan tidak ada yang dirugikan
ReplyDeletesemoga PT gojek dapat lebih bijaksana
ReplyDeleteSemoga semua permasalahan bisa cepat terselesaikan.
ReplyDeletesemoga tidak berhenti , karena jasanya dibutuhkan juga
ReplyDeleteamin mas :)
DeleteSemakin besar semakin banyak tanggung jawab
ReplyDeletemenurut saya(punten) PT Gojek juga menerapkan aturan tarif baru krna pertimbangan kondisi pasar dan persaingan dgn ojek online yg lain, krna PT.Gojek bukanlah satu-satunya ojek online. ada Ub*r motor, blu*ek, T*knojek, dll. Tarif mereka ada yg sangat dan jauh lebih murah, baik dari sisi tarif dasar maupun tarif/km. Jika Tarif Gojek tidak "disesuaikan" bisa jadi pelanggan beralih ke ojek OL yg lain yg tarif lebih murah dgn pelayanan yg tidak jauh berbeda. efeknya pendapatan para Driver bisa jauh berkurang. Tapi bagaimanapun semua hal pasti ada solusi dan jalan tengahnya. Tetap Semangat.
ReplyDeleteSemoga bisa cepat slesai... jasa mereka juga bs diandelin kok.
ReplyDeleteSebelum berhenti digojek juga udh disuspen duluan sama gojek.
ReplyDelete