Ojekindonesia.net -
Bekasi, PT Uberjek Trans Indonesia meramaikan pasar ojek online
dengan meluncurkan jasa atau layanan serupa dengan nama NGUBERJEK
mulai Tahun Ini.
CEO
NGUBERJEK Aris Wahyudi mengatakan NGUBERJEK punya ciri khas yang
berbeda dengan ojek online lainnya yakni pengemudi tidak menggunakan
seragam. Hal itu dilakukan untuk lebih menampilkan
sebagai private ojek
atau ojek pribadi.
Ia
menjelaskan berdasarkan hasil survei, 47 persen penumpang lebih suka
naik ojek berseragam dan 53 persen lainnya tidak.
"Dengan
mengusung moto 'everyone's private ojek' atau ojek pribadi bagi
setiap orang, maka penumpang kami sebut 'boncenger', tidak sebagai
penumpang ojek,"
Ia
mengatakan NGUBERJEK memiliki sejumlah strategi agar bisa berkembang.
Misalnya, jumlah pengemudi dibatasi hanya 8 ribu orang. Dengan
demikian, mereka bisa mendapatkan omzet hingga Rp 8 juta per bulan.
"Kedua,
pengemudi tidak menggunakan seragam, dengan demikian bisa meraup 53
persen penumpang sisanya," katanya.
Ketiga,
lanjut dia, memberikan hadiah kepada penumpang, mulai dari harian,
mingguan, bulanan dan tahunan. Hadiah tersebut bisa berupa pulsa,
telepon pintar, umroh hingga mobil.
Ia
menyakini bisa bersaing dengan ojek online lainnya karena melihat
kebutuhan pasar belum sepenuhi terpenuhi.
"Kami
hadir untuk memenuhi kebutuhan tersebut dengan menawarkan karakter
berbeda, yakni tidak menggunakan seragam," katanya.


No comments:
Post a Comment