Informasi seputar Ojek Online dan Transportasi di Indonesia

Breaking

Friday, 5 August 2016

Pemerintah Siapkan Perbaikan Transportasi di Indonesia

Perbaikan Transportasi

ojekindonesia.net - Bekasi, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bekerjasama dengan Temasek Foundation dan The Logistics Institute dari National University of Singapore merilis program Urban Logistics and Land Transportation Management guna mengharmonisasi logistik perkotaan.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan pentingnya perencanaan logistik perkotaan karena menjadi enabler dalam kegiatan perekonomian terutama kegiatan ekspor.
"Kita mungkin agak terlambat tetapi ini harus dimulai untuk mendalami persoalan logistik,” kata Darmin di Kementerian Perekonomian.

Menurut Darmin, perencanaan logistik perkotaan sangat penting guna mengefisiensikan biaya logistik dan meningkatkan daya saing. Darmin menyebut, contoh inefisiensi logistik di perkotaan adalah masalah kemacetan yang menambah beban biaya, keterbatasan lahan, dan tingginya tingkat emisi.

“Logistik adalah persoalan angkutan, standar produk, distribusi, selama ini kita tidak memperhatikan masalah ini. Kita membawa sayur dari desa ke kota dengan truk yang ditumpuk-tumpuk bersama dengan orangnya, kualitas sayurnya memburuk,” terang Darmin.
Dia menyebut pemerintah tidak bisa independen dalam menyelesaikan masalah logistik. Darmin menekankan pentingnya efisiensi logsitik melalui sinergi antar lembaga dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) khususnya para pengambil kebijakan perencanaan tata kota.

Chairman Temasek Foundation Goh Geok Khim menyatakan permasalahan urban logistics perlu mendapat perhatian khusus dari segala pemangku kepentingan guna agar tidak menambah permasalahan logistik pada masa depan.
“Saat ini diperlukan perencanaan longterm urban planning, untuk menjawab tantangan global yang tengah menyusun perencanaan tata kora mereka masing-masing,” ungkap Goh Geok Khim.

Edy Putra Irawadi, Deputi Bidang Koordinasi Perdagangan dan Industri Kementerian Koordinasi bidang Perekonomian juga membenarkan bahwa inefisiensi biaya logistik disebabkan oleh kerumitan logistik di perkotaan.

“Permasalahan logistik paling banyak di daerah perkotaan, kalau dari desa ke kota sudah lancar, inefisiensi justru terjadi di kota membuat biaya semakin mahal,” jelas Edy kepada Ojekindonesia.net

Menurutnya, hal itu disebabkan oleh tiga hal. Pertama, buruknya tingkat pengawasan pemerintah atas tata ruang perkotaan. Misalnya, suatu lahan yang sudah ditetapkan sebagai jalur hijau justru dibangun gedung. Kedua, adalah buruknya manajemen transportasi darat sehingga menyebabkan kemacetan. Ketiga adalah sentralisasi kegiatan perekonomian yang di perkotaan.

“Hal-hal tersebut masih berimbas dengan peningkatan emisi, maka Kemenko bekerjasama dengan NUS untuk mendidik para pembuat kebijakan agar bisa meninjau kembali semua kebijakan yang diputuskan,” terang Edy.

Pasalnya, selama tiga puluh bulan ke depan peserta workshop program Urban Logistics and Land Transportation Management harus merumuskan perencanaan dan pengawasan tata kota yang baik agar tidak mengganggu logistik.

Dia berharap hasil kerja program tersebut bisa merealisasikan penyebaran kegiatan ekonomi semakin merata dari tingkat pedesaan, perkotaan, dan pasar global.

No comments:

Post a Comment

Adbox