Ojekindonesia.net - Bekasi, Semakin maraknya bisnis transportasi online yang sekarang ini membuat orang berlomba-lomba menjajaki bisnis ini. Dari yang sudah ada, sebut saja Gojek, Uber, NGUBERJEK, Grab kini ada Teknojek. Pendiri Teknojek sendiri adalah Robert Slamet Dharmadi sekaligus selaku CEO PT Tekno Solusi Kita.
"Konsep yang digunakan oleh Teknojek adalah dengan menjadikan rider sebagai pengusaha. Dia berusaha akan mengajak teman-temannya sesama pengojek untuk bergabungdan menjadi bagian dari jaringannya," ujar Robert.
Dari jaringan yang mereka bangun nantinya mereka akan mendapatkan bonus. Pada titik tertentu rider tersebut akan lebih fokus untuk mengembangkan jaringannya. Pada saat itulah rider dianggap pensiun, karena penghasilannya dari bonus jaringan akan menutupi pendapatan dari hasil ngojek.
"Teknojek menerapkan sistem bisnis MLM online, tapi kita tegaskan kami bukan MLM karena kami tidak menjual produk. Apalagi jaringan yang kita bangun berlaku seumur hidup," kata Robert.
Bagi rider yang sudah mencapai penghasilan Rp.1.5 juta bonus akan cair, tetapi untuk saat ini diturunkan batas nominalnya menjadi Rp.500 ribu.
Mengenai pembagian hasil Robert menjelaskan "pengemudi akan mendapatkan 75 persen dari omzetnya. Sementara sisanya, sebesar 5 persen untuk pembagian keuntungan di jaringan pelanggan. 5 persen dialokasikan untuk pembagian keuntungan di jaringan pengemudi. dan sisanya 15 persen untuk perusahaan,"ujarnya.


Berlaku seumur hidup dengan catatan itupun kalo teknojek survive Hahahaha
ReplyDelete