OJekindonesia.net - Bekasi, Semakin diminati masyarakat tentunya semakin banyak layanan ojek online dan taksi online yang bermunculan di Indonesia. OJek online di Indonesia dipelopori oleh Gojek, Grab lalu makin banyak bermunculan layanan jasa transportasi berbasis aplikasi online seperti Uber, LadyJek, NGUBERJEK, dan Ojek Syari'i. Masing-masing operator jasa layanan transportasi berbasis aplikasi online tentunya menawarkan layanan unik dan keunggulan dari segi tarif hingga fasilitasnya.
Berikut Perbandingan Tarif dan Layanan Ojek Online Terbaru.
1. GoJek
Perusahaan yang didirikan oleh Nadiem Makarim, sekaligus CEO Gojek ini sudah hadir sejak tahun 2010 di Jakarta. Tetapi popularitas Gojek baru meningkat sejak diluncurkannya dalam versi aplikasi smartphone pada tahun 2015. Fasilitas layanan nya selain mengantarkan penumpang, gojek juga sudah ada jasa layanan seperti Go-Send, Go-Box, Go-Glam, Go-Mart, Go Car, Go-Massage dan Go-Food.
Untuk tarif gojek menerapkan tarif terbaru pada bulan agustus 2016. Tarif minimum diturunkan yang sebelumnya tarif minimum sebesar Rp.15.000 menjadi Rp.4.000. Gojek masih menerapkan tarif berdasarkan jam sibuk dan diluar jam sibuk. Untuk jam sibuk jam 16.00-19.00 WIB akan dipatok Rp.4.000 untuk jarak 1-2 km pertama dan jarak lebih dari 2 km akan dikenakan tarif sebesar Rp.2.000 per kilometer pertama. Sedangkan untuk diluar jam sibuk gojek menerapkan tarif sebesar Rp.4.000 untuk jarak 1-2,7 Km pertama dan untuk jara lebih dari 2,7 km akan dikenakan tarif sebesar Rp.1.500 per kilometer pertama.
Untuk diluar wilayah Jabodetabek, soal skema tarifnya berbeda yaitu untuk jarak 1-4 km akan dikenakan biaya Rp.8.000. Untuk jaranya lebih dari 4 km akan dikenakan tarif Rp.2.000 per km dari kilometer pertama.
2. GrabBike

Layanan
jasa ojek online GrabBike diluncurkan di Jakarta sejak mei 2015. Perusahaan
jasa layanan transportasi berbasis aplikasi asal Malaysia. Untuk
layanannya, GrabBike menggunakan pola yang sama seperti Gojek, yaitu
calon penumpang memesan ojek melalui aplikasi di smartphone. Selain
mengantarkan penumpang GrabBike juga sudah ada layanan transportasi
lainnya seperti GrabExpress, GrabFood, GrabCar dan GrabTaxi.
Untuk
urusan tarif GrabBike menerapkan tarif seperti Gojek, menerapkan tarif
berdasarkan jam sibuk dan jam diluar sibuk. Untuk jam sibuk GrabBike
menggunakan tarif minimum Rp.10.000 dan untuk diluar jam sibuk GrabBike
menggunakan tarif minimum Rp.5.000. Tarif GrabBike terbaru yang mereka
terapkan berlaku sejak 24 mei 2016. Uniknya GrabBike menggunakan batasan
pada kilometer yaitu setiap 12 km. Dengan ini, akan ada dua tarif yaitu
tarif di atas 12 km dan di bawah 12 km. untuk jarak 0-12 km pertama
penumpang akan dikenakan tarif sebesar Rp.1.500 per kilometer.
3. Uber
Keseluruhan Uber secara resmi diperkenalkan layanan jasa transportasi roda dua (ojek) Uber motor untuk penggunanya di Jakarta sejak bulan april 2016. Untuk layanannya selain Uber motor tersedia juga Uber Black (mobil premium) dan uber X (mobile). Sistem uber sedikit unik yaitu dengan sistem logik untuk para pengemudinya.
Artinya kalau dioperator jasa ojek online nya seperti di Gojek atau Grab, dimana untuk para pengemudi terdekat (dalam radius 1-2 km) yang mendapatkan pesan dari server bila penumpang membutuhkan penjemputan, lalu mengirim konfirmasi bahwa order sudah diambil. Kalau di aplikasi Uber bisa mengatur siapa aj pengemudi terdekat dan mengirim untuk penjemputan. Hanya satu pengemudi saja yang mendapatkan konfirmasi untuk menjemput penumpang.
Urusan tarif, uber motor menerapkan tarif berbeda dengan ojek online lainnya seperti di Gojek, Grab dan NGUBERJEK. Uber menerapkan skema tarif dasar yang ditambah dengan tari per menit dan tarif berdasarkan per kilometer. Untuk tarif per kilometer nya, Uber motor menerapkan tarif Rp.1.000 per kilometer. Sedangkan tarif berdasarkan waktu, Uber motor menggunakan tarif per menit Rp.100.
4. NGUBERJEK
Perusahaan yang didirkan oleh Aris Wahyudi sekaligus CEO NGUBERJEK. NGUBERJEK launching di Jakarta pada tanggal 15 mei 2016. NGUBERJEK mempunyai ciri khas yang berbeda dengan ojek online lainnya yakni pengemudi tidak menggunakan seragam. Sebagai identitasnya NGUBERJEK menggunakan pengikat dilengan (Armband). Hal ini dilakukan untuk lebih menampilkan sebagai private ojek atau ojek pribadi. NGUBERJEK menggunakan sistem private ojek berdasarkan hasil survei, 47 persen penumpang lebih suka naik ojek berseragam dan 53 persen lainnya tidak menggunakan seragam.
Selain itu NGUBERJEK juga kedepannya akan ada NGUBERTAXI dan NGUBERCAR. NGUBERJEK untuk kendaraan roda dua, NGUBERTAXI untuk kendaraan roda empat yang berplat kuning dan NGUBERCAR untuk kendaraan mobil pribadi atau berplat hitam. NGUBERJEK selain bisa nerima orderan penumpang secara order online, NGUBERJEK juga ada fitur langganan dan selfie order.
Aris Wahyudi mengatakan "fitur kelebihan NGUBERJEK adalah dengan adanya fitur langganan dan selfie order. Dia mengKlaim fitur langganan dan selfie order hanya ada di NGUBERJEK di ojek online tidak ada fitur ini," Ujarnya.
Soal tarif NGUBERJEK memberlakukan tarif minimum sebesar Rp.5.500. NGUBERJEK Menerapkan tarif berdasarkan 3 kategori dan biaya jemput sebesar Rp.3.000. jarak 1-6 km tarif nya Rp.2.500 per kilometer, untuk jarak 6-10 km pertambahan tarifnya Rp.2.000 per kilometer. dan untuk tarif >11 Km pertambahan tarifnya Rp.1.500 per kilometer.
5. LadyJek
Perusahaan jasa ojek online berbasis aplikasi LadyJek didirikan oleh Brian Mulyadi ini resmi diluncurkan pada 8 oktober 2015. LadyJek memiliki slogan "ojek wanita untuk wanita", LadyJek hadir untuk menjadi platform khusus wanita. Semua pengemudi ojeknya adalah wanita dan penumpangnya pun khusus untuk wanita.
Urusan tarif, LadyJek memberlakukan tarif Rp.25.000 untuk 6 km pertama dan tarif selanjutnya sebesar Rp.4.000 per kilometer berikutnya. Selain itu LadyJek memiliki sistem pembayaran yang terdiri dari dua jenis, yakni secara non tunai dan tunai. Untuk non-tunai bisa menggunakan mandiri e-cash dan XL tunai.
6. Ojek Syar'i (Ojesy)
Tidak hanya LadyJek, layanan ojek online khusus wanita ada yang bernama Ojek Syar'I (Ojesy). Ojesy sendiri didirikan oleh dua mahasiswa asal Surabaya, Reza Zamir (21) dan Evilita Adriani (19) pada maret 2015.
Pada awal diluncurkannya, OJek Syar'I hanya menjangkau Sidoarjo, Malang dan Surabaya. Untuk urusan tarifnya Ojek Syar'i menggunakan tarif sebesar Rp.20.000 untuk 5 km pertama dan tarif berikutnya Rp.3.000 untuk setiap per kilometernya. Selain itu Ojek Syar'I juga menerapkan tarif biaya tunggu sebesar Rp.5.000.






tks infonya gan,sangat bermanfaat
ReplyDeletekalau tidak mau kesasar seperti kota gede kayak jakarta, pesen gojek ajaah
ReplyDeletesolusi cerdas dari orang orang yang cerdas heheh
ReplyDeleteyang murah, yang pasti dicari hihihi... ciri negara berkemabnag kali yaak..
ReplyDeleteUBER Motor doang paling murah + sering diskon :v
ReplyDeleteWah ada yang paling murah, tapi kalo ditempat ane blum ada tuh.. yang ada cuman gojek doang..
ReplyDelete